Sabtu, 21 September 2019

sinopsis Lagend Of Yun Xi episode 13 part 1

Lagend Of Yun Xi episode 13 part 1


Didalam tandu Yunxi tertidur di pelukan Feiye.
Lalu Feiye memanggil Xifeng dan meminta kuda setelah itu Feiye pergi dengan kuda seorang diri.





Sesaat kemudian Yunxi terbangun dan mendapati Feiye sudah tidak lagu disamping-nya.
Yunxi membuka tirai tandu dan bertanya pada Xifeng.

Yunxi "Xifeng, dimana Yang Mulia?"

Xifeng "Nyonya, Yang Mulia pergi untuk mengantar kriminal Yuze menuju ke istana"

Yunxi "Kejar dia. Ada hal yang penting aku harus memberikan-nya sebelum dia memasuki istana". Xifeng pun mengiyakan-nya.





Setelah Yunxi dan Xifeng sampai di luar istana lebih dulu dan mendapati Feiye yang mengiringi Yuxe. 

Feiye turun dari kuda dan bertanya "Ada apa kamu kesini?"

Yunxi menunjuk arah Yuze dan berkata "Dia mungkin akan membuat masalah lagi aku kesini untuk membantumu"

Yunxi langsung berjalan ke arah Yuze.






Yuze bertanya "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Yunxi menjawab "Tidak ada"

Yuze "Biarkan aku keluar. Cepat, lepaskan aku" Yunxi memasukan sesuatu kedalam mulut Yuze "Apa yang kamu berikan untukku?" Lanjut Yuxe

Yunxi "Sesuatu yang disebut truth powder, dalam satu hari jika kamu berbohong, kamu akan melihat denyut nadi kamu tidak stabil dan terbunuh. Jika aku jadi kamu aku tidak akan berpikir dua kali, tetapi katakan yang sebenarnya jika mereka mengajukan pertanyaan"




Yuze "Betapa kejamnya kamu"

Yunxi berkata "Untuk mengimbangi sisi jahatmu"

Yuze "Kamu" belum melanjutkan kata-katanya

Yunxi melambai ke Feiye dan berkata "Yang Mulia aku pergi"

Yuze teriak "Kembali. Kembali" 
tapi Yunxi tetap pergi.





Feiye masuk kedalam istana.
Dan Xifeng berlari mengikuti Yunxi.

Xifeng bertanya pada Yunxi "Nyonya, apa yang kau beri makan untuk Yuze barusan?"

"Sesuatu yang akan membuatnya mengatakan sebenarnya"

"Aku tidak tahu ada hal seperti itu di dunia ini. Nyonya, kamu sangat mengagumkan. Terimakasih Nyonya"

"Lupakanlah, Aku memang bintang keberuntungan-nya" kata Yunxi



Didalam istana Yuze dihadapkan ke Kaisar.

Yuze berkata "Aku melakukan segalanya seperti yang di perintahkan Putra Mahkota. Jika bukan untuk Putra Mahkota, sebagai pelacur kecil bagaimana bisa aku melakukan kejahatan sebesar itu?"

Kaisar "Penjaga! Masukkan Oiran kedalam hukuman mati"

Diseret dah tu Yuze tapi masih sempat berkata "Bodoh" yang sepertinya ditujukan ke Kaisar.




Setelah Yuze pergi Kaisar memerintahkan tangan kanan y untuk meninggalkannya dengan Feiye.

Feiye berkata "Meskipun Yuze sudah mengatakan itu adalah Putraa Mahkota. Aku masih menemukannya penuh dengan poin yang mencurigakan. Oiran ini memeiliki kungfu yang bagus dan keterampilan dengan racun kelas satu. Dia membunuh beberapa mentri untuk menjebakku. Dia juga menjebak aku dan istriku di Poison Mosquito Valley. Setelah aku menangkapnya, aku ingin mencari tahu siapa dalamg dibelakang-nya. Jadi aku mengadakan pertunjukan dengan Jenderal Muda Mu, tidak disangka Jenderal Muda Mu hampir mati karena itu. Aku pikir Putra Mahkota selalu baik. Tapu pengguna racun itu sangat kejam dan ganas tidak seperti akhlak Putra Mahkota"

Kaisar "Tidak perlu bicara untuk Putra Mahkota. Dia telah dimanfaatkan. Sangat bodoh, jika aku memberikan bangsa ini kepada orang bodoh seperti itu betapa suramnya itu"






"Ada hal lain Yang Mulia" kata Feiye serta maju memberikan sesuatu.

Kaisar marah dan berkata "Grand Marshal ngengat itu! Jadi dia yang dibelakang semua ini! Putra Mahkota yang terlibat, menjadi koruptor. Penjaga! Panggil Grand Marshal!" Penjaga mengiyakan

Feiye "Baiklah, biarkan aku permisi dulu Yang Mulia"



Kaisar menghentikan Feiye dan berkata "Aku mendengar Changbing berkelakuan buruk, membuat banyak masalah untukmu dan pasanganmu. Dia masih muda dan tidak tahu apa apa tolong maafkan dia"

"Kakak, kamu juga mengatakan itu. Dia hanya bertingkah aneh, aku tidak akan menyalahkan-nya" Feiye pun berbalik dan pergi

Laku kaisar maju dan berkata "Long Feiye kamu lolos lagi"



Ditempat lain Putra Mahkota ketakutan karena Qingwu sudah sadar dan Yuze ada di istana, dia meminta bantuan pamannya.

Putra Mahkota "Paman, ini tidak akan lama sebelum Ayah mengirim orang untuk membunuhku"

Pamannya terdiam dan mengingat Ibu Tianmo.
Dalam kilas balik Grand Marshal dan Ibu Tianmo yang sedang sakit berusaha bangun dan duduk dibantu Grand Marshal.





Ibu Tianmo  berkata "Kakak, kamu akhirnya ke sini"

Grand Marshal "Aku disini. Nyonya, katakan saja semuanya ingin kau katakan" 

"Sekarang aku hanya khawatir tentang Tianmo, dia masih muda sebagai Putra Mahkota dalam keluarga kekaisaran ini masa depannya tidak pasti. Kakak, aku hanya ingin kau lebih melindungi dia. Dia anak yang malang"

"Nyonya, jangan khawatir. Aku akan menjaga Tianmo. Tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya bahkan sedikit pun"





Kembali kemasa sekarang Grand Marshal berkata "Aku salah. Aku seharusnya tidak meninggalkan-nya hidup hidup. Seharusnya aku membunuh Selir Qin. Tetapi jangan khawatir, aku akan membuatmu tetap aman pada resiko hidupku. Ketika Pangeran Qin membela diri di pengadilan dan membunuh mentri pendapatan. Aku tahu itu, cepat atau lambat dia akan menemukan bukti untuk membuktikan korupsiku dan menyuap yang lain untuk mendukung mu. Jadi aku mengatakan pada mereka sebelum mereka sebelumnya tentang itu"




"Kamu tidak memiliki hubungan apapun tentang buku-buku akun itu. Ibumu meninggal muda, keluarga kami mengandalkanmu. Tidak apa jika aku bethenti dari TKP tetapi kamu tidak boleh jika tidak keluarga kamu tidak akan memiliki penerus" lanjut Grand Marshal.

Putra Mahkota "Paman" 

"Setelah aku pergi jangan bodoh lagi. Kaisar sedang ada dimasa jayanya, Pangeran Qing sangat kuat. Ketika mereka bertarung satu sama lain  Kamu hanya bisa bertahan diantara keduanya. Bersikaplah rendah dan mengasah dirimu sendiri ketika waktunya sudah siap raih kesempatan untuk bangkit maka mungkin kamu akan menang"

Pengawal diluar berkata "Kaisar memanggil Grand Marshal ke istana"

"Ingat Putra Mahkota, Kamu memikul banyak tanggung jawab yang besar. Kamu adalah Kaisar tianning berikutnya" kata Grand Marshal lalu berjalan keluar.



Putra Mahkota memanggil pamannya tapi pamannya terus berjalan keluar.

Diluar penjaga berkata "Grand Marshal tolong ikut ke istana bersamaku"

Grand Marshal tidak menjawab dan langsung berjalan duluan.

Sementara Putra Mahkota jatuh lemas dilantai dan menangis





Di istana Kaisar berdiri menunggu kedatangan Grand Marshal.

Sesaat kemudian Grand Marshal datang dan langsung berlutut dan berkata "Yang Mulia, aku salah"

Kaisar masih memunggungi dan berkata "Kamu tahu kemampuanku, Namun kamu masih melakukan kejahatan dengan tidak hati-hati. Sepertinya, aku terlalu baik pada keluargamu"

"Aku gagal, Yang Mulia. Aku, harus mati"





"Kamu datang kesini tidak bertanya padaku apa yang terjadi, tetapi meminta kematian" kaisar berbalik dan melanjutkan kata "Sekarang, kamu tahu itu dengan sangat baik. Kenapa kamu kalah dari Pangeran Qin seperti ini? Kamu benar-benar mengecewakanku"

"Sangat bijak Yang Mulia, segala sesuatu yang Putra Mahkota dan aku lakukan adalah untuk Yang Mulia. Pangeran Qin semakin kuat dengan eksploitasi militer yang hebat melampaui batasmu Kaisar. Putra Mahkota hanya ingin meredamnya untuk Kaisar. Tapi dia terlalu muda dan melakukan-nya dengan cara radikal" tutur grand marshal

"Semua yang kamu lakukan untukku? Kamu mendapat untung dari perang dan menggelapkan dana publik itu juga untukku?" Kata kaisar dan meninggikan suaranya

"Aku tidak bisa menyangkalnya, tetapi bahkan jika aku akan mati aku harus mengatakan ini kepadamu. Pangeran Qin pernah sekali pergi untuk menyelidiki Paison Master di malam hari. Ambisinya jelas sekali"

Kaisar marah "Benarkah? Mengapa kamu tidak melaporkan-nya kepadaku, lalu?"

"Dia sangat licik, Putra Mahkota dan aku tidak mendapatkan bukti apa pun. Kamu harus menyelidiki diam diam, tapi tidak mengira dia akan melihat kita sebagai penghalangnya. Putra Mahkota tidak memiliki pilihan lain tetapi mendengar saranku dan membuat kesalahan ini. Biarkan aku yang bertanggung jawab untuk itu dengan mengambil kehidupan kecilku ini" kata Grand Marshal





Kaisar kembali duduk disinggasana-nya.
Grand Marshal berkata lagi "Yang Mulia, itu semua salahku. Aku hanya punya adik perempuan, sejak dia menikah dengan Yang Mulia dia disukai. Tetapi sayangnya dia mati muda Yang Mulia sudah baik kepada keluarga kami selama bertahun-tahun aku merasa bersyukur untuk itu. Sekarang, Yang Mulia tolong jagalah Putra Mahkota karena dia kehilangan ibunya sejak kecil"

"Penjaga! Taruh Grand Marshal di penjara, untuk dihukum"

"Terimakasih Yang Mulia"



Putra Mahkota bersama Grand Marshal didalam salah satu sel.

Putra Mahkota "Paman, kamu berakhir seperti ini karena aku"

Pamanya berbalik dan berkata "Tidak ada lagi air mata, kamu adalah kaisar masa depan. Kamu harus tenang meskipun bencana datang menimpa. Tianmo, Long Feiye menculik Paison Master berlangsung melawan Kaisar jadi dia harus berani tidak mangatakan kepada kaisar. Anak yang terkena virus racun Gu dia berani dan pintar kamu harus belajar dari pelajaran ini. Dimasa depan jika kamu tidak memiliki bukti untuk membunuh Long Feiye dengan pasti jangan bertindak gegabah lagi"





"Aku akan mengingatnya, Paman"

"Apa yang terjadi tidak dapat berubah. Kamu harus menguasai diri. Ayahmu hanya ingin kamu memenuhi harapan-nya. Kamu harus mengasah diri sendiri. Selama tidak ada kesalahan Kaisar tidak akan menggulingkan gelarmu. Dimasa depan berfikir dua kali sebelum bertindak. Tianmo, kamu harus bergantung pada diri kamu sendiri sekarang" kata Pamannya sambil menepuk pundaknya.

Putra Mahkota keluar dari sel dan memberi salam terakhir pada pamannya lalu pergi.



Diluar Kaisar bersama Feiye berjalan dan bergenti di jembatan.



Kaisar berkata "Lihatlah kekaisaran taman ini, bunga sedang mekar. Jadi aku mengundangmu kesini untuk menikmati pemandangan bersamaku" kaisar menunjuk salah satu jalan dan berkata "Lihatlah jalan itu, banyak orang yang berpikir itu hanyalah jalan biasa. Tapi tidak ada yang tahu dibelakang jalan itu ada padang rumput besar. Begitulah, banyak hal yang tidak bisa dinilai dari penampilan, mungkin ada hal lain dibelakang yang tersembunyi"

Feiye "Anda benar, Yang Mulia"

"Sama seperti kasus Grand Marshal dan Jenderal Mu. Bahkan, Putra Mahkota tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Ternyata itu adalah Grand Marshal yang ada dibelakannya. Dia mengaku segalanya, dan Aku telah memenjarakan-nya"

"Aku selalu percaya, Putra Mahkota tidak bersalah"



"Pesanan ku" kata kaisar dan salah satu penjaga mendekat kaisar lanjut berkata "Grand Marshal  bertanggung jawab untuk membunuh mentri utama itu, menyakiti Mu Qingwu, dan menerima suap. Dengan tiga kesalahan itu dia harus dipenggal. Karena dia sudah melayani bangsa kita selama bertahun-tahun aku berikan dia hukuman dengan anggur beracun untuk membiarkan dia mati dengan layak"

Saat penjaga mengiyakan Kaisar lanjut bicara "Long Feiye, terima perintahku"

Feiye "ya Yang Mulia"

"Pesanan aku akan dieksekusi oleh Pangeran Qin sendiri"




Kaisar menyuruh Feiye segera pergi dan berpesan agar Grand Marshal tidak mati terlalu sedih.



5 comments


EmoticonEmoticon